Logo

Purna Praja IPDN, Mesin Penggerak Pemerintahan

Purna Praja IPDN, Mesin Penggerak Pemerintahan

Bengkulu – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyebut mesin penggerak utama roda pemerintahan adalah alumni Praja IPDN.

Hal itu dikatakan Rohidin pada acara malam silaturahmi dengan Purna dan Praja IPDN dari Provinsi Bengkulu, angkatan 27, 28, 29 dan 30, di Kedai Kopi Pantai Zakat Bengkulu, Jumat (27/12/19) malam.

“Saya minta kepada anak-anakku Praja IPDN jangan ada lagi keraguan. Buatlah story telling, kita ceritakan, kita kemas untuk mempromosikan tentang Bengkulu yang sangat banyak potensinya ini,” sampainya.

Rohidin mengatakan, fungsi utama pemerintahan ada tiga. Yaitu, melaksanakan fungsi pelayanan (service), pengaturan (Regulation) dan pemberdayaan (Empowerment).

Ketiga fungsi utama itu, kata Rohidin, lokomotif penggeraknya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam sistem birokrasi.

Sedangkan mesin penggeraknya utamanya adalah para alumni Praja IPDN.

“Ruh, nyawa utamanya itu adalah alumni IPDN, sedangkan para alumni lainnya adalah lebih dari memperkaya dan membuat lebih berwarna dalam birokrasi pemerintahan,” ungkapnya.

Gubernur Rohidin juga memaparkan bagaimana dirinya sebagai kepala daeerah memberdayakan jajarannya ASN untuk berupaya keras membangun Provinsi Bengkulu dari segala bidang. Sehingga Provinsi Bengkulu dapat setaraf dengan provinsi lainnya dan dapat dikenal secara nasional hingga dunia.

Seperti pembangunan yang telah dilakukannya dibidang infrastruktur strategis, menaikan status kelembagaan, meningkatkan kompetensi SDM, Seni Budaya, destinasi wisata maupun Sumber Daya Alam, yang semua itu dilakukannya dengan kerja keras serta mampu berkomunikasi baik untuk meyakinkan pemerintah pusat sehingga mau membantu pembangunan di Provinsi Bengkulu ini.

“Pelajaran seperti ini nggak ada di kampus, soft skill kemampuan seperti ini dibutuhkan oleh birokrat agar dapat meyakinkan pemerintah pusat,” tegasnya.

Semua itu disampaikannya dihadapan para Praja IPDN agar terpatri betul dengan teori, latihan, pembelajaran dan pengasuhan yang didapat dari kampus IPDN, sehingga dapat menyelaraskan dengan kemauan kepala daerah dalam mengelola pemerintahan.

Gubernur Rohidin juga berpesan kepada Purna dan Praja IPDN  agar selalu menjaga nama baik daerah dengan belajar dengan sungguh-sungguh dan selalu bekerjasama dan tetap semangat.

“Buanglah sifat keegoan dan kepongahan kita yang dapat menjatuhkan nama Provinsi Bengkulu. Jaga betul integritas, jaga betul keprofesinalisme, jaga betul nama baik daerah dan tetap semangat membangun Bengkulu,” pesannya.

Penulis : Redaksi/Saipul